Ayat Tepat - Sikap Diri
Firman Tuhan: Sikap Diri Pribadi
1. Hidup Bertujuan
Diri dapat bimbang dan tak tahu arah hidup. Diperlukan yang mengarahkan hal tujuan hidup, yakni Firman TUHAN.
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."
— Amsal 3:5
"sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah"
— Kolose 1:10
"semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujajikan"
— Yesaya 43:7
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu."
— Wahyu 4:11
2. Iman dan Percaya
Ada saatnya diri merasa bimbang, goyah dan tak punya pegangan. Banyak hal di dunia yang tidak dapat dipercayai. Itulah perlunya iman percaya kepada TUHAN.
"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak"
— Mazmur 37:5
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
— Yohanes 14:1
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
— Roma 10:17
"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."
— Roma 5:1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
— Ibrani 11:1
"dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,"
— Efesus 6:16
3. Doa dan Harapan
Diri sering mengharapkan sesuatu, tetapi tidak berdoa; tidak tahu cara berdoa, malas, atau salah berdoa. Firman TUHAN menyehatkan dalam berdoa dan harapan.
"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu"
— Yeremia 29:12
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."
— Yohanes 15:7
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
— Filipi 4:6
"Tetaplah berdoa."
— 1 Tesalonika 5:17
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
— Yakobus 5:16b
"Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin."
— Yakobus 1:6
4. Tenang Diri dan Damai
Letih dan penat muncul karena persoalan dan urusan kehidupan. Tenang dirindukan, damai dinantikan.
"Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman"
— Mazmur 4:9
"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."
— Mazmur 116:7
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
— Amsal 14:30
"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."
— Yesaya 26:3
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu."
— Yohanes 14:27ab
"Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."
— 1 Petrus 4:7b
5. Pikirkan Yang Positif dan Baik
Pikiran negatif adalah tanggapan diri yang buruk terhadap sesuatu, keadaan, atau orang lain. Memikirkan secara positif akan memberi kenyamanan dan kesehatan rohani.
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
— Roma 12:2
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,"
— Filipi 2:5
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
— Filipi 4:7
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
— Filipi 4:8
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."
— Ibrani 4:12
6. Perkataan Yang Baik Dan Sopan
Ribuan kata diucapkan tiap hari. Berkata dengan cara baik, dan mengeluarkan perkataan baik menyehatkan rohani.
"Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!"
— Mazmur 141:3
"Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya."
— Amsal 12:22
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."
— Efesus 4:29
"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
— Kolose 4:6
"Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman."
— Yakobus 5:12b
7. Hidup Yang Kudus
Umat yang kotor, jahat, dan buruk moral tak dapat berdamai dengan Allah yang kudus. Umat Allah perlu punya rohani sehat, yakni hidup yang kudus.
"Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu."
— Imamat 20:7
"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."
— 1 Korintus 3:16, 17b
"Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."
— 1 Tesalonika 4:7
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
— Ibrani 12:14
"tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu"
— 1 Petrus 1:15
8. Mengatasi Pencobaan
Saat ada pencobaan dapat menyebabkan diri tertekan, bimbang, lelah, bahkan dapat jatuh iman. Agar berhasil hadapi pencobaan, perlu sehat rohani.
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"
— Yeremia 17:7
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"
— Roma 12:12
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu."
— 1 Korintus 10:13
"sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."
— 1 Yohanes 5:4
9. Bersyukur: Berterimakasih Kepada TUHAN
Pribadi yang tahu berterimakasih kepada TUHAN, itu pribadi yang bersyukur.
"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."
— Mazmur 107:1
"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
— Mazmur 139:14
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah."
— Kolose 3:15
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
— 1 Tesalonika 5:18
10. Sabar - Tekun - Setia
Cepat bosan, mudah putus asa, dan tidak sabar sering melanda kehidupan. Pribadi yang sehat rohani akan bersikap sabar, tekun dan setia.
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar."
— Lukas 16:10
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!"
— 1 Korintus 15:58
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
— Galatia 6:9
"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna"
— Yakobus 1:3-4
11. Terhibur dan Bersukacita
Setiap orang pernah mengalami kesedihan dan dukacita. Hati yang gembira akan menyehatkan jiwa, rohani bahkan tubuh seseorang.
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
— Mazmur 23:4
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."
— Amsal 15:13
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"
— Filipi 4:4
"Bersukacitalah senantiasa."
— 1 Tesalonika 5:16
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
— 1 Petrus 5:7
12. Tidak Kuatir, Dan Yakin
Kuatir adalah bimbang dan gelisah karena ragu. Firman TUHAN diperlukan untuk memulihkan pribadi yang kuatir menjadi yakin.
"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah."
— Mazmur 55:23
"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;"
— Yesaya 41:10
"Sbab itu janganlah kamu kuatir... Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya"
— Matius 6:31-33
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
— Filipi 4:6
13. Teguh, Kuat, Semangat, Dan Berani
Keraguan, kebimbangan, putus asa, dan ketakutan adalah keadaan buruk yang dapat dialami setiap orang. Firman TUHAN memberikan keteguhan hati.
"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"
— Mazmur 27:1
"Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!"
— Mazmur 27:14
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
— Filipi 4:13
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
— 2 Timotius 1:7
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;"
— 1 Yohanes 4:18
14. Rajin dan Giat
Kemalasan adalah hal yang buruk. Kemalasan dilawan dengan sikap rajin dan giat sesuai tuntunan Firman.
"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."
— Amsal 10:4
"Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan."
— Amsal 13:4
"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga..."
— Pengkhotbah 9:10
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN."
— Roma 12:11
15. Semangat Untuk Sembuh
Sakit akan dialami oleh semua manusia. Ayat-ayat Alkitab diperlukan untuk menguatkan keyakinan bahwa TUHAN berkuasa menyembuhkan.
"Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,"
— Mazmur 103:3
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."
— Amsal 17:22
"Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!"
— Yeremia 17:14
"But dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita... dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
— Yesaya 53:5
"Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
— 1 Petrus 2:24b
16. Mengelola Harta Dengan Baik
Manusia dipercaya TUHAN untuk mengelola dunia termasuk memiliki harta. Firman TUHAN menuntun kita memandang harta secara bijaksana.
"Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan... Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
— Matius 6:24
"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman..."
— 1 Timotius 6:10
"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu."
— Ibrani 13:5a





Komentar
Posting Komentar