• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

Ayat Tepat - Relasi dengan Sesama

Firman Tuhan: Relasi Dengan Sesama
17. Perlu Bergaul Baik
Menyendiri dan tidak bersedia bergaul adalah sikap yang buruk. Namun demikian, perlu memilih teman pergaulan yang baik melalui arah Firman-Nya.
"Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." — Amsal 13:20 "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." — 1 Korintus 15:33 "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" — Roma 12:18
18. Persahabatan Yang Baik
Persahabatan yang baik dibina dan dijaga dengan keyakinan yang benar sesuai Firman TUHAN.
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." — Amsal 17:17 "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." — Yohanes 15:13
19. Hikmat Menemukan Pasangan
Jika memutuskan menikah, tentu perlu menemukan pasangan dengan baik. Bagaimana kata Firman TUHAN tentang pasangan hidup?
"TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.'" — Kejadian 2:18 "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?" — 2 Korintus 6:14
20. Harmoni dalam Berkeluarga
Keluarga adalah sesama terdekat yang paling sering berinteraksi. Firman TUHAN diperlukan untuk menyehatkan relasi dan harmoni keluarga.
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada TUHAN" — Efesus 5:22 "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." — Efesus 5:25 "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam TUHAN, karena haruslah demikian." — Efesus 6:1 "Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting... supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi." — Efesus 6:2-3
21. Hikmat dalam Studi dan Bekerja
Aktivitas rutin harian di sekolah/kampus dan tempat kerja membutuhkan hikmat dalam berelasi dengan sesama.
"Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!" — Mazmur 128:2 "jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." — 2 Tesalonika 3:10 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia." — Kolose 3:23
22. Harmoni dalam Bergereja
Bergereja adalah bagian rutin orang percaya yang berhubungan dengan relasi sesama. Firman TUHAN menuntun ke arah persekutuan yang sehat.
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa." — Kisah Para Rasul 2:42 "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." — Galatia 6:2 "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita..." — Ibrani 10:24-25
23. Hikmat Bermasyarakat dan Berbangsa
Sikap yang tepat di tengah masyarakat menjadi kesaksian iman. Relasi dengan masyarakat dan negara perlu sehat.
"Lalu kata Yesus kepada mereka: 'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'" — Markus 12:17a "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah..." — Roma 13:1 "Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram..." — 1 Timotius 2:1-2
24. Senyum, Ramah, dan Simpati
Tersenyum adalah langkah kecil keramahan untuk bersimpati dan berempati terhadap keadaan sesama kita.
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat." — Amsal 15:13 "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" — Roma 12:15 "hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni..." — Efesus 4:32b
25. Berlaku Kasih, Berbuat Baik dan Memberi
Membiasakan untuk berlaku kasih, berbuat baik, dan memberi; itulah yang menjadikan relasi dengan sesama menjadi sehat.
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." — Markus 12:31 "harus mengingat perkataan TUHAN Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." — Kisah Para Rasul 20:35 "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong..." — 1 Korintus 13:4 "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." — 1 Yohanes 3:18
26. Rendah Hati
Tinggi hati atau sombong bukan sikap yang baik. Relasi dengan sesama menjadi terjalin sehat jika tiap orang bersikap rendah hati.
"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan." — Amsal 22:4 "Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" — Matius 23:12 "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri" — Filipi 2:3b "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." — Yakobus 4:6b
27. Berbicara Dengan Baik
Berbicara dengan kasar atau sembrono merusak relasi. Firman TUHAN mengarahkan kita pada kebiasaan berbicara yang baik.
"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah." — Amsal 15:1 "Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang." — Amsal 16:24 "Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur." — Efesus 5:4
28. Menjauhi Iri Hati
Iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain membuat keadaan buruk. Firman TUHAN memulihkan rohani kita saat godaan iri itu muncul.
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang." — Amsal 14:30 "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." — Yakobus 3:16
29. Bukan Gosip dan Fitnah
Fitnah dan gosip merusak relasi dan perlu dibuang. Firman TUHAN menyarankan percakapan yang sehat tentang orang lain.
"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu." — Keluaran 20:16 "Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu..." — Imamat 19:16 "Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!" — Yakobus 4:11a
30. Menegur, Mengkritik dan Dikritik
Menegur dan dikritik membawa kebaikan jika dilakukan dengan cara dan kesempatan yang tepat dalam roh lemah lembut.
"Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia." — Lukas 17:3 "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut..." — Galatia 6:1
31. Berdamai Dengan Sesama
Benci, marah, dan permusuhan diatasi dengan kesungguhan serta kerelaan untuk membawa damai bagi sesama.
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." — Matius 5:9 "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" — Roma 12:21 "Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain." — 1 Tesalonika 5:13b
32. Bukan Mencurigai atau Menghakimi, Tapi Introspeksi
Relasi akan berjalan sehat bila kita menjauhi sikap menghakimi orang lain dan lebih fokus melakukan introspeksi diri.
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." — Matius 7:1 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu..." — Matius 7:3-5
33. Sabar dan Memaafkan
Menyimpan dendam merusak relasi. Firman TUHAN mengajar kita agar bersikap sabar dan tulus memaafkan kesalahan sesama.
"Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran." — Amsal 19:11 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." — Matius 6:14 "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu." — Efesus 4:26 "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam..." — Kolose 3:13
34. Mendahulukan Orang lain
Saling mementingkan diri membuat relasi sakit. Keharmonisan timbul saat kita rukun dan bersedia mendahulukan orang lain.
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat." — Roma 12:10 "Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain." — 1 Korintus 10:24
35. Rukun dan Saling Mengasihi
Relasi yang indah dengan sesama terbangun dari komitmen hidup rukun dan saling mengasihi dari hati yang tulus.
"Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya." — Mazmur 133:1,3b "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." — Yohanes 13:35 "Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan" — Kolose 3:14
36. Gotong Royong dan Saling Menolong
Sesama kita perlukan agar beban hidup menjadi ringan. Masalah menjadi lebih mudah diatasi saat kita terbiasa bergotong-royong.
"Kita, yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri." — Roma 15:1 "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." — Galatia 6:2

Komentar

💝 DUKUNGAN