• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

TT011: "Roh Jahat daripada TUHAN"?

Ilustrasi Roh TUHAN dan Saul
🔊 Hikmat Suara: Dengarkan ulasan ini dibacakan.

Mengapa Roh Jahat Mengganggu Saul?

Dalam 1 Samuel 16:14, tertulis: "Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul; dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN." Kalimat ini sering membuat bingung bagi sebagian orang. Seolah-olah TUHAN menciptakan kejahatan. Mari membahas hal ini dengan tenang agar dapat dimengerti maksudnya.

1. Kedaulatan TUHAN dalam Perjanjian Lama

Bagi penulis Perjanjian Lama, semua hal yang terjadi dipandang dalam kendali TUHAN. Ini bukan berarti TUHAN adalah sumber kejahatan. Namun, tidak ada satu hal pun yang terjadi di dunia ini di luar kendali TUHAN.

Dalam bahasa Ibrani, kata untuk "roh jahat" adalah ruach ra'ah. Kata ra'ah bisa berarti kejahatan, namun bisa juga berarti "kemalangan" atau "kesusahan". Roh ini bisa kita pahami sebagai utusan yang membawa penderitaan bagi Saul karena ia telah menolak perintah TUHAN.

2. Akibat Ketidaktaatan

Sebelum peristiwa itu, Saul sudah berkali-kali tidak taat. Puncaknya terjadi saat ia mengabaikan perintah TUHAN dalam melawan orang Amalek. Akibatnya, Roh TUHAN mundur dari padanya. Roh itu dulunya memberi Saul kuasa dan ketenangan.

Tanpa Roh TUHAN, Saul kehilangan pelindung batinnya. Ia jadi mudah gelisah, marah, dan depresi berat. Itulah yang digambarkan sebagai "roh jahat" yang menyiksa dirinya.

3. Pandangan Ahli

Seorang ahli Perjanjian Lama, Victor Hamilton, menjelaskan bahwa pernyataan ini tidak berarti TUHAN menciptakan roh jahat. TUHAN hanya mengizinkan penderitaan itu terjadi sebagai akibat dari pemberontakan Saul. TUHAN tidak lagi menahan dampak buruk dari karakter Saul yang rusak.

"Ketiadaan perlindungan TUHAN dalam hidup seseorang adalah kondisi yang sangat menyedihkan. Ketika kita menjauh dari-Nya, kita membiarkan diri kita terbuka pada kekacauan."

Kesimpulan

  • Bukan TUHAN yang jahat. TUHAN tetap kudus. Penderitaan Saul adalah hasil dari pilihannya sendiri untuk pergi menjauh dari TUHAN.
  • Kedaulatan mutlak. Saul tidak lagi dalam naungan TUHAN. Hidupnya menjadi kacau karena ia memutus hubungan dengan Sumber kedamaian.
  • Peringatan bagi kita. Ketika seseorang sengaja menjauh dari TUHAN, ia kehilangan penjagaan batin. Ia menjadi terbuka pada kekacauan pikiran dan emosi yang menghancurkan hidupnya.

Rujukan Studi
  • Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Alkitab Terjemahan Baru (TB) — Referensi Teks: 1 Samuel 15, 1 Samuel 16:14.
  • Hamilton, Victor. Handbook on the Historical Books. Baker Academic.
💝 DUKUNGAN