PA030: Janda yang Pantang Menyerah
Janda yang Pantang Menyerah
(1) Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (2) Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. (3) Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu serta berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. (4) Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, (5) namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." (6) Kata TUHAN: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! (7) Tidakkah TUHAN akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulangi menolong mereka? (8) Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Uraian Pelajaran:
Seorang janda miskin berulang kali datang kepada seorang hakim yang tidak jujur untuk meminta pembelaan atas haknya melawan musuh. Hakim tersebut sempat menolak dan mengabaikan permohonan itu karena tidak peduli pada sesama maupun kepada Allah. Namun, janda tersebut terus-menerus mendatangi sang hakim tanpa merasa lelah atau putus asa. Ketekunan yang luar biasa membuat hakim lalim itu akhirnya mengabulkan permintaan sang janda.
Perumpamaan ini mengajarkan ketekunan tanpa batas dalam menaikkan doa kepada TUHAN. TUHAN adalah Hakim yang adil dan Maha Pengasih kepada setiap orang pilihan yang berseru siang dan malam. Doa yang dinaikkan dengan tekun pasti didengar dan dijawab pada waktu yang tepat.
Mari berdiskusi:
Mengapa hakim itu akhirnya mau menolong janda tersebut?
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2)
Penerapan dan Komitmen:
Silakan Bp/Ibu/Sdr menerapkan kebenaran dari pelajaran dalam kehidupan dan berkomitmen untuk bersikap/ berlaku yang sesuai kebenaran.
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas




Komentar
Posting Komentar