PA029: Nehemia: Berdoa Sambil Bekerja
Nehemia: Berdoa Sambil Bekerja
(1) Pada bulan Nisan tahun kedua pemerintahan raja Artahsasta, ketika aku bertugas menyajikan anggur, aku mengambil anggur dan menyajikannya kepada raja. Karena belum pernah aku kelihatan sedih di hadapannya, (2) maka raja bertanya kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walau engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut. (3) Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selama-lamanya! Bagaimana mungkin mukaku tidak muram, kalau kota tempat pekuburan nenek moyangku sudah reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" (4) Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, (5) kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan jika hambamu ini mendapat kasih di hadapanmu, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali." (6) Lalu raja bertanya kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau akan dalam perjalanan? Bilakah engkau kembali?" Raja memandang baik untuk mengutus aku, setelah aku menentukan suatu waktu. (7) Laguku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka membiarkan aku lewat sampai aku tiba di Yehuda, (8) dan sepucuk surat bagi Asaf, penjaga taman raja, supaya ia memberikan aku kayu untuk balok-balok pintu gerbang benteng bait suci, dan untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah itu menyertai aku.
Uraian Pelajaran:
Nehemia memikul tugas berat untuk memimpin pembangunan kembali tembok Yerusalem yang runtuh. Ketika raja bertanya mengenai ekspresi wajahnya yang muram, Nehemia merasakan ketakutan yang besar. Sebelum memberikan jawaban kepada raja, ia langsung menaikkan doa singkat di dalam hati. Tindakan tersebut menunjukkan kerendahan hati dalam mencari hikmat Ilahi di tengah situasi genting.
Peristiwa ini mengajarkan pentingnya menyertakan doa dalam setiap tindakan dan pekerjaan sehari-hari. Mengandalkan kepintaran sendiri sering kali mendatangkan kegagalan. Pertolongan TUHAN selalu tersedia bagi setiap orang yang datang menyerahkan rencana kerjanya.
Mari berdiskusi:
Apa yang dilakukan Nehemia tepat sebelum ia memberikan jawaban kepada raja?
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2)
Penerapan dan Komitmen:
Silakan Bp/Ibu/Sdr menerapkan kebenaran dari pelajaran dalam kehidupan dan berkomitmen untuk bersikap/ berlaku yang sesuai kebenaran.
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas




Komentar
Posting Komentar