PA028: Elia: TUHAN Memberi Makan
Elia: TUHAN Memberi Makan
(30) Kemudian berkatalah Elia kepada seluruh orang banyak itu: "Datanglah dekat kepada kami!" Maka mendekatlah semua orang itu kepadanya. Ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu. (31) Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub, yang kepadanya telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel!" (32) Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. (33) Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan meletakkannya di atas kayu api itu. (34) Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya. (35) Maka mengalirlah air itu sekeliling mezbah itu; parit itupun penuh juga dengan air. (36) Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. (37) Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini tahu, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka kembali kepada-Mu." (38) Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. (39) Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"
Uraian Pelajaran:
Nabi Elia berdiri di hadapan seluruh bangsa Israel untuk memulihkan mezbah TUHAN yang telah runtuh. Ia menyiapkan korban bakaran dan menyiramkan air dalam jumlah banyak agar membuktikan kuasa Allah secara nyata. Pada waktu korban petang, Elia menaikkan doa yang sungguh-sungguh kepada TUHAN agar bangsa tersebut berbalik kepada-Nya. Seketika itu juga, api turun dari langit dan menyambar habis seluruh korban bakaran di atas mezbah.
Peristiwa luar biasa ini menegaskan bahwa TUHAN adalah Allah yang hidup dan berkuasa atas alam semesta. Kuasa yang sama sanggup memelihara dan mencukupkan setiap kebutuhan hidup manusia dari hari ke hari. Kepercayaan penuh kepada TUHAN menghilangkan rasa kuatir di tengah kekurangan.
Mari berdiskusi:
Apa yang diminta Elia kepada TUHAN dalam doanya di depan banyak orang?
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2)
Penerapan dan Komitmen:
Silakan Bp/Ibu/Sdr menerapkan kebenaran dari pelajaran dalam kehidupan dan berkomitmen untuk bersikap/ berlaku yang sesuai kebenaran.
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas




Komentar
Posting Komentar