PA027: Daud: Bernyanyi Saat Hati Susah
Daud: Bernyanyi Saat Hati Susah
khususnya pada ayat 21 dan 23
(14) Tetapi roh TUHAN telah mundur dari pada Saul; dan roh jahat dari pada TUHAN mengejutkan dia. (15) Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat dari pada Allah mengejutkan tuanku; (16) baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat dari pada Allah itu hinggap padamu, ia akan memetiknya, maka engkau merasa nyaman." (17) Lalu berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagi orang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku." (18) Lalu menjawablah seorang dari pada hamba itu, katanya: "Ketahuilah, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok parasnya; dan TUHAN menyertai dia." (19) Maka suruhlah Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku Daud, anakmu yang ada pada domba itu." (20) Lalu Isai mengambil keledai muat roti, sekirang anggur dan seekor anak kambing, lalu mengirimkannya kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya. (21) Sesampainya Daud kepada Saul, ia menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya dan ia menjadi pembawa senjatanya. (22) Lalu suruhlah Saul mengirim pesan kepada Isai: "Biarkanlah Daud tetap melayaniku, sebab ia mendapat kasih di mataku." (23) Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memetiknya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh jahat itu undur dari padanya.
Uraian Pelajaran:
Raja Saul mengalami kegelisahan jiwa akibat mundurnya kehadiran TUHAN dari hidupnya. Para hamba menyarankan agar raja mencari seseorang yang mahir memainkan kecapi untuk meredakan ketegangan tersebut. Daud dipanggil menghadap raja untuk melayani sebagai pemain musik di istana. Setiap kali gelombang ketakutan melanda Saul, Daud memetik kecapinya hingga sang raja merasa tenang.
Pujian dan nyanyian rohani memiliki pengaruh besar dalam menenangkan hati yang terbeban. Musik yang dinaikkan bagi TUHAN sanggup mengusir rasa gentar serta mengembalikan ketenteraman jiwa. Setiap orang dapat mengalami ketenangan serupa saat memuji TUHAN di tengah pergumulan.
Mari berdiskusi:
Bagaimana cara Daud melayani Raja Saul ketika sang raja mengalami kegelisahan?
"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2)
Penerapan dan Komitmen:
Silakan Bp/Ibu/Sdr menerapkan kebenaran dari pelajaran dalam kehidupan dan berkomitmen untuk bersikap/ berlaku yang sesuai kebenaran.
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas




Komentar
Posting Komentar