Jika suasana sekitar Anda memungkinkan dan Anda ingin mendengarkan lewat suara:
Rasa kecewa dan dongkol akibat perbuatan orang lain sering kali membuat dada terasa sesak. Ketika bayangan wajah atau perkataan mereka kembali melintas, amarah bisa mendadak naik. Anda mungkin datang ke halaman ini dengan hati yang terluka, panas, atau bahkan lelah menahan kesal sendirian. Di sini, Anda aman. Perasaan terluka yang Anda alami saat ini tidak akan diremehkan.
Apakah Anda merasa nyaman untuk melanjutkan percakapan ini?
Mari kita memeriksa isi hati sejenak. Ketika rasa jengkel itu terus menetap, siapakah yang sebenarnya paling dirugikan? Apakah orang yang menyakiti Anda, ataukah kedamaian di dalam pikiran Anda sendiri? Mari kita bawa rasa perih ini ke hadapan TUHAN.
Alkitab tidak meminta kita untuk berpura-pura tidak terluka. Namun, firman TUHAN memberikan cara agar hati kita tidak menjadi tumpukan sampah karena kesalahan orang lain. Mari kita perhatikan bersama pesan ini:
"Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan." (Efesus 4:31)
Membuang kemarahan bukan berarti membenarkan kesalahan orang tersebut. Membuang rasa kesal adalah cara kita menjaga hati agar tidak ikut rusak oleh tindakan buruk orang lain.
Saran Tenang Diri:
Akui Rasa Terluka: Jangan menolak atau menyangkal rasa kesal Anda. Mengaku kepada diri sendiri bahwa Anda sedang kecewa akan membantu emosi menjadi lebih stabil.
Jarak Emosional: Jika memungkinkan, batasi interaksi atau kontak dengan orang tersebut untuk sementara waktu. Ruang ini penting agar pikiran Anda tidak terus-menerus dipicu oleh kejengkelan baru.
Saran Langkah Praktis:
Pisahkan Perbuatan dari Nilai Diri: Sadarilah bahwa perlakuan buruk orang lain mencerminkan isi hati mereka sendiri, bukan menunjukkan nilai diri Anda yang sebenarnya.
Salurkan Lewat Tulisan: Tuliskan seluruh kekesalan Anda di secarik kertas secara bebas tanpa sensor, lalu hancurkan atau buang kertas itu. Ini membantu mengeluarkan racun pikiran.
Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan: Anda tidak bisa mengatur perilaku orang lain, tetapi Anda punya kendali penuh atas bagaimana Anda merespons mereka hari ini.
Menyimpan rasa kesal hanya akan melelahkan batin Anda sendiri. Melepaskannya memang butuh waktu, tetapi itu adalah jalan menuju ketenangan yang seutuhnya. Mari bersandar pada kekuatan yang daripada TUHAN.
Silakan Mengambil waktu untuk memikirkannya.
Apakah Anda merasa nyaman?
Mari Menghadap TUHAN:
Jika Anda bersedia, mari sampaikan isi hati Anda kepada-Nya. Anda bisa mempergunakan contoh doa bersahaja ini di dalam batin:
"Bapa di surga, saat ini hatiku sangat kesal dan perih karena perbuatan dia yang menyakitiku. Engkau tahu betapa sulitnya melupakan perkataan itu. Aku datang membawa luka ini ke hadapan-Mu. Aku mau belajar melepaskan beban kejengkelan ini agar hatiku kembali bersih. Berikan aku ketenangan dan balutlah hatiku yang patah dengan kasih-Mu. Amin."
Untuk membantu menjaga keteduhan hati Anda, Anda dapat mendengarkan lagu rohani pilihan di halaman berikut:
jika Anda merasa nyaman silakan menghubungi Admin melalui
WhatsApp atau
Email
"Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yohanes 14:27)
Komentar
Posting Komentar