Jika suasana sekitar Anda memungkinkan dan Anda ingin mendengarkan lewat suara:
Suasana di dalam rumah mendadak terasa dingin dan kaku setelah pertengkaran terjadi. Ucapan yang telanjur keluar sering kali menyisakan rasa kesal, kecewa, atau bahkan penyesalan yang mendalam. Anda mungkin datang ke halaman ini dengan hati yang dongkol kepada suami atau istri Anda. Di sini, Anda aman. Wajar jika Anda merasa sedih ketika hubungan dengan pasangan sedang tidak sejalan.
Apakah Anda merasa nyaman untuk melanjutkan percakapan ini?
Mari kita melihat ke dalam diri sejenak. Saat ketegangan ini terjadi, apa yang sebenarnya sedang kita pertahankan? Apakah kita ingin menyelesaikan kesalahpahaman, ataukah kita hanya ingin membuktikan bahwa diri kita yang paling benar? Mari kita serahkan keadaan rumah tangga ini kepada TUHAN.
Hubungan pernikahan memang menyatukan dua orang yang berbeda, sehingga perselisihan kadang tidak terhindarkan. Namun, firman TUHAN memberikan batasan yang jelas agar amarah tidak merusak ikatan yang ada. Mari kita perhatikan bersama tulisan ini:
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu." (Efesus 4:26)
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menyimpan amarah terlalu lama. Menyelesaikan persoalan sebelum hari berganti akan menjaga hati kita dan pasangan dari rasa benci yang bisa mengakar.
Saran Tenang Diri:
Ambil Jeda Bicara: Jika suasana masih panas, berhentilah mendebat. Diam sejenak bukan berarti kalah, melainkan memberi waktu agar emosi Anda dan pasangan sama-sama menurun.
Turunkan Nada Suara: Saat berbicara kembali nanti, usahakan memakai suara yang rendah. Nada suara yang tenang akan mencegah percakapan berubah menjadi pertengkaran baru.
Saran Langkah Praktis:
Fokus pada Masalah Utamanya: Bahaslah satu persoalan yang memicu pertengkaran hari ini. Hindari mengungkit kembali kesalahan-kesalahan masa lalu yang sudah selesai.
Gunakan Kalimat Penyampaian Diri: Nyatakan apa yang Anda rasakan tanpa menyerang pasangan. Mengatakan "Saya merasa sedih karena hal ini" lebih baik daripada "Kamu selalu membuat saya sedih".
Miliki Kerelaan Meminta Maaf: Jangan gengsi untuk memulai. Meminta maaf atas bagian kesalahan kita merupakan langkah awal yang sangat baik untuk mencairkan kebekuan.
Memperbaiki keadaan setelah bertengkar memang membutuhkan kebesaran hati. Langkah kecil untuk menyapa pasangan kembali akan membawa kehangatan di dalam rumah. Percayalah bahwa TUHAN sanggup memulihkan kedamaian di antara Anda dan pasangan.
Silakan Mengambil waktu untuk memikirkannya.
Apakah Anda merasa nyaman?
Mari Menghadap TUHAN:
Jika Anda bersedia, mari sampaikan isi hati Anda kepada-Nya. Anda bisa mempergunakan contoh doa bersahaja ini di dalam batin:
"Bapa di surga, saat ini hatiku sedang sedih dan jengkel setelah bertengkar dengan pasanganku. Ampuni aku jika ucapanku sempat melukai hatinya. Aku menyerahkan hubungan kami ke dalam tangan-Mu. Lembutkanlah hatiku dan hati pasanganku agar kami bisa saling mengampuni. Berikan kami hikmat untuk berbicara dengan baik dan jagalah keutuhan rumah tangga kami. Amin."
Untuk membantu menjaga keteduhan hati Anda, Anda dapat mendengarkan lagu rohani pilihan di halaman berikut:
jika Anda merasa nyaman silakan menghubungi Admin melalui
WhatsApp atau
Email
"Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)
Komentar
Posting Komentar