PA034: Onesimus: Menjadi Orang Baru
Onesimus: Menjadi Orang Baru
(1) Dari Paulus, seorang prisoner karena Kristus Yesus, dan Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami, (2) dan kepada Apia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman perjuangan kami, dan kepada jemaat di rumahmu: (3) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. (4) Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku, (5) karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus. (6) Dan aku berdoa, agar persekutuan imanmu menjadi kuat dalam pengenalan akan segala yang baik yang ada di antara kita bagi Kristus. (7) Dari kasihmu sudah kuperoleh banyak sukacita dan penghiburan, sebab hati orang-orang kudus telah kaupelihara, saudaraku. (8) Oleh karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, (9) namun atas dasar kasih itu lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah tua, katakanlah sekarang seorang prisoner karena Kristus Yesus juga — (10) mengajukan permohonan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yaitu Onesimus (11) —dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. (12) Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku — (13) sebenarnya aku mau menahan dia di dekat aku, supaya sebagai ganti engkau ia melayani aku selama aku dalam penjara karena Injil. (14) Tetapi tanpa persetujuanmu aku tidak mau berbuat apa-apa, supaya kebaikan itu jangan seolah-olah paksaan, melainkan sukarela. (15) Sebab boleh jadi karena itulah ia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, (16) bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih daripada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik di dalam manusia maupun di dalam Tuhan. (17) Kalau engkau anggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. (18) Dan kalau ia sudah merugikan engkau atau berhutang padamu, tanggalkanlah semuanya itu kepadaku. (19) Aku, Paulus, menulisnya dengan tanganku sendiri: akulah yang akan membayarnya — agar tidak kukatakan: "Engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri." (20) Ya, saudaraku, semoga aku beroleh sukacita dari padamu di dalam Tuhan: kuatkanlah hatiku di dalam Kristus. (21) Kutujukan surat ini kepadamu, karena aku percaya akan kepatuhanmu, dan aku tahu, bahwa lebih banyak dari pada yang ku katakan akan kauperbuat. (22) Dalam waktu yang sama sediakanlah juga tempat penginapan bagiku, karena aku harap oleh doa-doamu aku akan dikurnai mengemukakan diriku kepadamu. (23) Salam kepadamu dari Eparas, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, (24) (25) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu kalian.
Uraian Pelajaran:
Onesimus adalah seorang hamba yang melakukan kesalahan, lalu melarikan diri dari tuannya yang bernama Filemon. Di dalam pelariannya, ia bertemu dengan Rasul Paulus di dalam penjara dan mendengarkan berita keselamatan tentang Yesus. Hidup Onesimus berubah total dari seorang buronan yang tidak berguna menjadi pelayan TUHAN yang setia. Kristus sanggup memulihkan masa lalu yang kelam menjadi masa depan yang penuh berkat.
Setiap pengikut Kristus yang telah menerima anugerah dipanggil untuk meninggalkan kebiasaan lama yang buruk. Allah menghendaki anak-anak Allah hidup dalam pertobatan serta menunjukkan perdamaian dengan orang-orang di sekitar rumah. Perubahan sikap hidup sehari-hari menjadi bukti nyata dari hati yang diperbarui.
Perhatikan dan Jawablah:
Berdasarkan ayat 11, bagaimanakah keadaan Onesimus kepada Filemon dalam kehidupannya yang dahulu?
"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan mereka." (1 Petrus 2:16)
Penerapan dan Komitmen:
Sifat buruk atau kebiasaan lama apa dalam rumah tangga yang paling ingin diubah agar suasana keluarga jadi lebih damai dan menyenangkan?
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas




Komentar
Posting Komentar