• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

SB013 (Bahasa): Mengapa Melipat Tangan Saat Berdoa?

Mengapa Melipat Tangan Saat Berdoa?

Ilustrasi

Hampir semua orang Kristen memiliki kebiasaan melipat tangan saat mereka datang berdoa kepada TUHAN. Namun, tahukah Anda dari mana asal-usul kebiasaan ini? Sejarah mencatat bahwa pada zaman dahulu, gerakan melipat tangan ini meniru sikap seorang hamba atau tawanan perang.

Ketika seorang tawanan menyerah kalah kepada raja yang menang, dia akan menyatukan kedua telapak tangannya untuk diikat dengan tali. Sikap ini menandakan bahwa tawanan tersebut menyerahkan seluruh hidupnya dan tidak lagi melakukan perlawanan kepada sang raja.

Lama-kelamaan, orang Kristen memakai lambang ini dalam ibadah. Melipat tangan diartikan sebagai tanda berserah penuh (submisi) kepada kekuasaan Raja di Atas Segala Raja. [FAKTA, lihat sumber data]

Perenungan:

Melipat tangan bukan sekadar kebiasaan agar tangan kita tidak mengganggu orang lain saat berdoa. Sikap fisik ini mengingatkan isi hati kita yang sesungguhnya bahwa kita sedang menyerah kalah di hadapan TUHAN. Kita mengakui kelemahan kita dan berserah sepenuhnya kepada kehendak-Nya yang terbaik bagi hidup kita.

Mazmur 143 ayat 6 "Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus."

💝 DUKUNGAN