PA026: Musa dan Harun: Saling Menopang
Musa & Harun: Saling Menopang
khususnya pada ayat 1, 11 dan 13
(1) Miryam serta Harun mengumpat Musa karena perempuan Kush yang diambilnya. (2) Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan TUHAN mendengarnya. (3) Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi itu. (4) Tiba-tiba berfirmanlah TUHAN kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga. (5) Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. (6) Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. (7) Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. (8) Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengumpat hamba-Ku Musa?" (9) Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. (10) Dan ketika awan itu telah menjauh dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnyalah bahwa ia kena kusta. (11) Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dengan bodoh. (12) Janganlah kiranya ia dibiarkan sebagai anak gugur, yang pada waktu lahirnya dagingnya sudah setengah busuk." (13) Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia." (14) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah ia dikucilkan tujuh hari lamanya ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali." (15) Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya; dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali. (16) Kemudian berangkatlah bangsa itu dari Hazerot dan berkemahlah mereka di padang gurun Paran.
Uraian Pelajaran:
Miryam dan Harun melontarkan perkataan keliru untuk mengkritik kepemimpinan Musa di hadapan umat. TUHAN mendengar perkataan tersebut dan menyatakan murka-Nya atas sikap mereka. Miryam mendadak menderita sakit kusta yang membuat tubuhnya memutih. Harun segera meminta pertolongan kepada Musa agar dosa mereka diampuni.
Musa menunjukkan kelembutan hati yang luar biasa dengan langsung berseru kepada TUHAN untuk memohon kesembuhan bagi Miryam. Sikap tersebut membuktikan keluhuran budi tanpa membalas kejahatan dengan kebencian. Pengampunan dan kasih dipraktikkan nyata di tengah gesekan keluarga.
Perhatikanlah: Apa yang ditunjukkan oleh respon Musa terhadap Miryam?
"Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak... merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus." (1 Korintus 12:12)
Penerapan dan Komitmen:
Silakan Bp/Ibu/Sdr menerapkan kebenaran dari pelajaran dalam kehidupan dan berkomitmen untuk bersikap/ berlaku yang sesuai kebenaran.
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas




Komentar
Posting Komentar