• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

KP005: Jam Dinding yang Berhenti Berdetak

Jam Dinding yang Berhenti Berdetak

← Kategori Layanan ← Kesaksian & Peristiwa Ilustrasi

Sebuah kisah nyata terjadi pada sebuah keluarga kecil di kota pelabuhan tua. Sang ayah, yang bekerja sebagai pelaut, sudah beberapa bulan tidak pulang karena kapalnya berlayar jauh ke samudera lain. Pada suatu malam, ketika ibu dan anak-anak sedang tidur pulas, jam dinding kayu besar di ruang tamu tiba-tiba berhenti berdetak dengan suara dentang yang aneh.

Suara ganjil itu membuat sang ibu terbangun dari tidurnya. Ketika dia memeriksa jam tersebut, waktu menunjukkan tepat pukul dua dini hari. Tiba-tiba, hatinya merasa sangat tidak tenang dan terdorong untuk berlutut mendoakan keselamatan suaminya yang sedang berada di lautan luas. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh selama hampir satu jam.

Satu bulan kemudian, sang ayah pulang ke rumah dengan selamat. Dia menceritakan bahwa sebulan yang lalu, kapalnya hampir karam akibat hantaman ombak besar dalam badai mati. Ketika sang ibu mencocokkan waktu kejadian itu dengan perbedaan zona waktu laut, ternyata badai itu menghantam kapal tepat pada pukul dua dini hari, saat jam dinding rumah mereka berhenti berfungsi.

Intisari Perenungan:

Ada kalanya TUHAN memakai cara-cara yang unik atau tidak biasa untuk mengingatkan kita agar berkomunikasi dengan Dia melalui doa. Kepekaan rohani untuk mengikuti dorongan hati yang kudus sering kali menjadi alat pertolongan bagi sesama kita, meskipun jarak memisahkan kita sangat jauh.

Mazmur 145 ayat 18 "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan."

💝 DUKUNGAN