• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

KP003: Sepotong Roti yang Tepat Waktu

Sepotong Roti yang Tepat Waktu

← Kategori Layanan ← Kesaksian & Peristiwa Ilustrasi

George Muller adalah seorang pengelola panti asuhan di Inggris pada abad ke-19. Suatu pagi, tidak ada makanan sama sekali untuk ratusan anak yatim piatu yang dia asuh. Keranjang roti kosong, dan tidak ada uang sepeser pun di kas panti asuhan. Namun, Muller tetap meminta semua anak duduk rapi di meja makan untuk berdoa bersyukur atas makanan pagi itu.

Tepat ketika doa syukur selesai diucapkan, terdengar ketukan keras di pintu gerbang. Ketika pintu dibuka, seorang tukang roti berdiri di sana. Tukang roti itu bercerita bahwa dia tidak bisa tidur semalaman karena merasa TUHAN menyuruhnya membuat roti dalam jumlah banyak untuk panti asuhan tersebut sejak tengah malam.

Tidak lama setelah roti diturunkan, sebuah kereta dorong pembawa susu juga berhenti di depan panti asuhan. Roda kereta itu patah tepat di depan gerbang. Karena susu tidak mungkin dibawa ke pasar dengan kereta yang rusak, pemiliknya memutuskan untuk membagikan seluruh isi susu kaleng itu secara gratis kepada anak-anak panti asuhan.

Intisari Perenungan:

Bagi pemikiran manusia, bersyukur untuk meja makan yang kosong adalah tindakan yang tidak masuk akal. Namun bagi orang percaya, iman berarti mempercayai pemeliharaan TUHAN bahkan sebelum buktinya terlihat. Waktu TUHAN tidak pernah terlambat, dan cara-Nya mencukupkan kebutuhan kita selalu penuh kejutan.

Filipi 4 ayat 19 "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

💝 DUKUNGAN