• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

KP001: Alkitab Yang Utuh di Dasar Laut

Alkitab yang Utuh di Dasar Laut

← Kategori Layanan ← Kesaksian & Peristiwa Ilustrasi

Pada bulan April tahun 1912, kapal pesiar mewah Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara setelah menabrak gunung es. Peristiwa besar ini menelan ribuan korban jiwa dan menenggelamkan seluruh isi kapal ke dasar laut yang sangat dalam, gelap, dan bertekanan tinggi. Puluhan tahun kemudian, para penyelam melakukan pencarian dan pengangkatan barang-barang berharga dari puing-puing kapal tersebut.

Di antara ribuan benda logam yang hancur dan berkarat, para ahli menemukan sebuah benda yang sangat mengejutkan. Mereka menemukan sebuah Alkitab milik salah seorang penumpang bernama tulisan tangan "Rev. Robert J. Bateman". Alkitab berbahan kertas ini ditemukan di dasar laut dalam kondisi yang luar biasa. Lembaran-lembarannya masih utuh dan tulisan di dalamnya masih bisa dibaca dengan sangat jelas.

Secara ilmu pengetahuan, kertas yang terendam air laut selama puluhan tahun seharusnya sudah hancur lebur menjadi bubur. Tekanan air di kedalaman ribuan meter juga sangat menghancurkan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Alkitab ini bertahan melewati badai, garam laut, dan tekanan air yang mematikan.

Intisari Perenungan:

Peristiwa ini memperlihatkan sebuah pesan yang kuat bagi kita. Dunia bisa berguncang, keadaan bisa tenggelam dalam masalah yang sangat berat, dan segala kemewahan dunia bisa hancur. Namun, firman TUHAN memiliki kekuatan yang tidak bisa dihancurkan oleh situasi serumit apa pun. Ketika hidup kita terasa tenggelam di dasar kesulitan yang paling dalam, peganglah firman TUHAN. Firman-Nya akan tetap utuh menjaga jiwa kita tetap selamat.

Yesaya 40 ayat 8 "Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

💝 DUKUNGAN