• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

F&I: "Yang Penting Niatnya Baik" ?

Niat Baik

Ungkapan "Yang penting niatnya baik" sering kali menjadi kalimat sakti andalan di tengah masyarakat (anonim). Ungkapan ini biasanya diucapkan ketika seseorang melakukan sesuatu tindakan yang keliru atau melanggar aturan, namun demi tujuan yang dianggap positif.

Nasihat ini tampaknya menghargai isi hati manusia. Semboyan ini memandang bahwa ketulusan di dalam batin jauh lebih utama daripada sekadar kesalahan teknis atau pelanggaran kecil di luar.


Sudut Pandang Alkitab

Bagi TUHAN, isi hati yang tulus memang sangat penting. Namun, Alkitab mengajar kita bahwa tujuan yang baik tidak pernah boleh dicapai dengan cara-cara yang salah atau melanggar kebenaran Firman-Nya.

Mari kita ingat kisah raja pertama Israel, Saul, di dalam 1 Samuel 15. Ia menyisakan kambing domba terbaik musuh dengan niat baik untuk dipersembahkan sebagai korban bagi TUHAN, meskipun perintah TUHAN adalah memusnahkan semuanya. Atas tindakan itu, nabi Samuel menegur keras dan menyatakan bahwa mendengarkan firman TUHAN jauh lebih baik daripada persembahan korban.

Dalam iman Kristen, proses dan cara bekerja harus sama kudusnya dengan tujuan akhir. Kita tidak bisa membenarkan sebuah kebohongan, kecurangan, atau kompromi dosa hanya karena ujung-ujungnya untuk maksud yang baik.


Bahan Renungan

Apakah selama ini kita sering menghalalkan cara yang keliru dalam pekerjaan atau pelayanan dengan alasan niat kita baik? Ingatlah bahwa TUHAN menguji hati sekaligus melihat seluruh perbuatan kita. Mari kita berjalan seturut aturan-Nya.

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA
💝 DUKUNGAN