• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

F&I: "Rajin Pangkal Pandai, Hemat Pangkal Kaya" ?

Menabung

Kita semua tentu sangat akrab dengan peribahasa kuno Indonesia yang berbunyi "Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya". Ungkapan ini sudah diajarkan turun-temurun sejak bangku sekolah dasar sebagai motivasi untuk membentuk kebiasaan yang baik.

Nasihat ini sangat berharga agar manusia tidak tumbuh menjadi pribadi yang malas dan boros. Melalui kebiasaan berhemat, seseorang diajar untuk mengendalikan keinginan dan mempersiapkan masa depan dengan tabungan yang cukup.


Sudut Pandang Alkitab

Alkitab tentu saja mendukung sikap rajin dan mengutuk kemalasan. Namun, dalam hal mengumpulkan harta atau berhemat, iman Kristen memberikan batas yang jelas agar kita tidak bergeser menjadi kikir atau serakah.

Di dalam Amsal 11:24, ada sebuah kebenaran yang terasa bertolak belakang dengan logika dunia: "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan."

Semboyan dunia sering kali membuat orang menjadi takut kekurangan, sehingga mereka menahan berkat untuk sesama demi memperkaya diri sendiri. Alkitab mengingatkan bahwa sumber kelimpahan sejati adalah kemurahan hati dan berkat dari TUHAN, bukan sekadar hitungan matematika tabungan kita.


Bahan Renungan

Berhemat demi berjaga-jaga adalah sikap yang bijaksana. Namun, apakah prinsip hemat kita selama ini sudah bergeser menjadi ketakutan akan masa depan, sehingga membuat kita sulit untuk berbagi? Mari kita timbang kembali dasar dari cara kita mengelola berkat TUHAN.

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA
💝 DUKUNGAN