• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

F&I: "Melihat Baru Percaya" ?

Melihat Kompas

Falsafah berpijak pada logika pembuktian yang berbunyi "Melihat baru percaya" atau dalam bahasa Inggris kuno dikenal "Seeing is believing" (anonim, abad ke-17). Prinsip ini menuntut adanya bukti nyata di depan mata sebelum mengakui keabsahan sesuatu.

Cara berpikir ini sangat berguna dalam urusan riset ilmiah atau transaksi transaksi duniawi, agar kita tidak mudah tertipu oleh janji-janji kosong atau kabar bohong yang merugikan hidup kita.


Sudut Pandang Alkitab

Dalam ranah hubungan rohani dengan TUHAN, prinsip pembuktian mata ini justru berbalik total. Alkitab meletakkan dasar bahwa iman sejati mendahului bukti fisik, bukan sebaliknya.

Ingatlah teguran Yesus kepada Tomas di dalam Yohanes 20:29 yang sempat meragukan kebangkitan-Nya sebelum mencucukkan jarinya: "Kata Yesus kepadanya: 'Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'"

Penulis kitab Ibrani 11:1 juga mendefinisikan iman sebagai dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Berjalan bersama TUHAN berarti mempercayai janji dan firman-Nya terlebih dahulu, barulah mata rohani kita akan menyaksikan pekerjaan tangan-Nya yang ajaib.


Bahan Renungan

Apakah selama ini kita sering menuntut tanda-tanda mujizat atau bukti fisik terlebih dahulu baru mau berserah dan taat kepada perintah TUHAN? Mari kita belajar mempercayai firman-Nya dengan segenap hati, bahkan di masa sulit saat jalan di depan belum tampak jelas.

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA
💝 DUKUNGAN