• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

F&I: "Hidup Hanya Sekali, Nikmati Saja" ?

Pesta

Di era modern, ungkapan "Hidup hanya sekali, nikmati saja" menjadi sangat populer di kalangan anak muda. Istilah dunia barat mengenalnya dengan sebutan singkatan YOLO, yaitu You Only Live Once. Pemikiran ini sering digunakan sebagai pembenaran untuk mencoba segala hal tanpa ragu.

Semboyan ini mengajak kita untuk menghargai momen saat ini dan tidak melewatkan kesempatan kesenangan dalam hidup. Sekilas, ungkapan ini terkesan memberi semangat agar kita tidak menyesal di kemudian hari.


Sudut Pandang Alkitab

Secara fisik, Alkitab juga setuju bahwa hidup manusia di dunia ini memang hanya satu kali dan sangat singkat. Namun, iman Kristen menolak prinsip bahwa hidup yang singkat ini boleh diisi dengan kesenangan tanpa batas atau tanpa aturan.

Di dalam Pengkhotbah 11:9, ada pesan yang sangat mendalam: "Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu... dan turutilah keinginan hatimu... tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!"

Hidup manusia memang satu kali di bumi, tetapi ada pertanggungjawaban setelah kematian. Kesenangan dunia sifatnya hanya sementara, sedangkan apa yang kita tabur selama hidup di dunia akan menentukan nasib kita dalam kekekalan sesungguhnya bersama TUHAN.


Bahan Renungan

Menikmati berkat hidup pemberian TUHAN adalah hal yang baik. Namun, apakah cara kita menikmati hidup selama ini sudah mengabaikan perintah-perintah-Nya? Mari kita merenung, apakah kesenangan yang kita kejar saat ini bernilai di mata TUHAN?

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA
💝 DUKUNGAN