• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

F&I: "Gantungkanlah Cita-Citamu Setinggi Langit" ?

Langit

Ungkapan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit" sangat melekat di hati masyarakat Indonesia. Semboyan penyemangat ini sering dikemukakan oleh Presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Beliau biasanya melanjutkan kalimat itu dengan ucapan: "Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."

Semboyan ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Kita didorong untuk memiliki impian yang besar. Kita diminta untuk tidak mudah menyerah dan terus berusaha mengembangkan kemampuan diri demi masa depan.


Sudut Pandang Alkitab

Memiliki impian dan rencana masa depan adalah hal yang baik. Namun, iman Kristen meletakkan dasar yang berbeda mengenai masa depan. Alkitab mengingatkan agar kita tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri secara mutlak.

Di dalam Yakobus pasal empat ayat tiga belas sampai lima belas, ada sebuah peringatan tentang rencana manusia. Alkitab mengajarkan agar kita selalu berkata: "Sebenarnya kamu harus berkata: 'Jika TUHAN menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.'"

Cita-cita yang tinggi bisa menjadi bumerang jika tujuannya hanya untuk kesombongan diri. Tokoh Alkitab seperti Yusuf dan Daniel memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sebuah bangsa, tetapi itu terjadi karena mereka menaruh hidup di bawah rencana TUHAN, bukan karena ambisi pribadi.


Bahan Renungan

Bermimpi besar itu tidak salah. Namun, hal yang paling penting adalah melibatkan TUHAN di dalam setiap rancangan kita. Apakah cita-cita yang kita kejar hari ini murni demi kepuasan diri, atau untuk memuliakan nama TUHAN?

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA
💝 DUKUNGAN