• Masalah
  • Kuatir
  • Sedih
  • Bimbang

KELOMPOK SABDA

Ayat TepatPenuntun bersikap, berelasi, dan saat berbeban
Pilihan ▾
Renungan Perenungan kebenaran Firman TUHAN
Pilihan▾
Pendamping Baca & Ingat FirmanBaca Alkitab dan latih ingat Firman TUHAN
Pilihan ▾

KELOMPOK IMAN

Kebenaran Alkitab Sajikan pengajaran Alkitab dari berbagai konteks.
Pilihan ▾
Teguh Iman Kajian cermat terhadap topik dan isu pilihan.
Pilihan ▾
Kuat Iman Kisah dan peristiwa yang kuatkan iman
Pilihan ▾
KrisMeter Alat bantu periksa kondisi diri dalam beriman secara berkala.

KELOMPOK PENDUKUNG

Sumber InformasiKumpulan daftar literasi dan wawasan penunjang pelayanan.
Pilihan ▾
RagamAsah pengetahuan Alkitab yang menyegarkan untuk waktu santai.
Pilihan ▾
Kembali ke Atas ↑ 💝 APRESIASI

DOA-003: Jangan Berdoa dengan Bimbang

Ilustrasi Fokus Menatap Cahaya Harapan
🔊 HIKMAT SUARA AUDIO
Ringkasan

Kebimbangan di dalam doa bertindak bagaikan penghambat bagi bekerjanya kuasa rohaniah di dalam batin. Ketika pikiran pendoa terombang-ambing di antara keyakinan dan penyangkalan, keandalan iman dipertanyakan. Dibutuhkan ketetapan hati yang teguh untuk menerima janji-janji Allah dengan kepastian tanpa syarat.

Sering kali, tantangan terbesar di dalam doa bukanlah beratnya pergumulan hidup yang dihadapi, melainkan kondisi pikiran yang terbelah dan tidak menentu.

Matius 21:21 — Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu..." — Matius 21:21

Bimbang mendatangkan kerapuhan rohaniah. Di satu saat pendoa merasa percaya, namun di saat berikutnya terhanyut oleh kalkulasi logika manusiawi yang melemahkan. Sikap hati yang tidak konsisten ini menjauhkan jiwa dari ketenangan sejati. Doa menuntut integritas batin yang bulat, yang menatap langsung pada kesetiaan janji Tuhan ketimbang fluktuasi situasi keadaan sekitar.

PIKIRKANLAH Kurang baik membiarkan kebimbangan menetap di dalam mezbah permohonan pribadi. Diperlukan peneguhan fokus rohaniah agar iman tetap berpijak teguh pada dasar batu karang firman-Nya yang kekal.

Firman Tuhan menasihatkan agar iman dipegang teguh tanpa goyah, sebab Dia yang menjanjikannya adalah setia. Setiap permohonan yang selaras dengan kehendak-Nya memuat kepastian jawab. Oleh sebab itu, luruskanlah pandangan batin, singkirkan dualisme pikiran, and hampiri hadirat-Nya dengan keyakinan penuh.

Menancapkan Keteguhan Hati Menghadapi Badai Pikiran

Bagaimana menghalau rasa bimbang yang kerap mengusik? Upaya ini dimulai dengan mengisi pikiran secara teratur melalui kebenaran firman Allah. Jadikan firman tersebut sebagai sauh batin. Ketika keraguan intelektual melanda, deklarasikan janji Tuhan dengan iman yang teguh, sehingga batin memperoleh ketetapan untuk berserah secara mutlak.

Penulis: Dwi Ariefin
Cover Buku Jangan Berdoa Ingin memiliki buku
"Jangan Berdoa,.."

Landasan Ayat Alkitab

Matius 21:21; Ibrani 10:23; Roma 4:20; Yakobus 4:8.

Komentar

💝 DUKUNGAN