DOA-003: Jangan Berdoa dengan Bimbang
Kebimbangan di dalam doa bertindak bagaikan penghambat bagi bekerjanya kuasa rohaniah di dalam batin. Ketika pikiran pendoa terombang-ambing di antara keyakinan dan penyangkalan, keandalan iman dipertanyakan. Dibutuhkan ketetapan hati yang teguh untuk menerima janji-janji Allah dengan kepastian tanpa syarat.
Sering kali, tantangan terbesar di dalam doa bukanlah beratnya pergumulan hidup yang dihadapi, melainkan kondisi pikiran yang terbelah dan tidak menentu.
Matius 21:21 — Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu..." — Matius 21:21
Bimbang mendatangkan kerapuhan rohaniah. Di satu saat pendoa merasa percaya, namun di saat berikutnya terhanyut oleh kalkulasi logika manusiawi yang melemahkan. Sikap hati yang tidak konsisten ini menjauhkan jiwa dari ketenangan sejati. Doa menuntut integritas batin yang bulat, yang menatap langsung pada kesetiaan janji Tuhan ketimbang fluktuasi situasi keadaan sekitar.
Firman Tuhan menasihatkan agar iman dipegang teguh tanpa goyah, sebab Dia yang menjanjikannya adalah setia. Setiap permohonan yang selaras dengan kehendak-Nya memuat kepastian jawab. Oleh sebab itu, luruskanlah pandangan batin, singkirkan dualisme pikiran, and hampiri hadirat-Nya dengan keyakinan penuh.
Menancapkan Keteguhan Hati Menghadapi Badai Pikiran
Bagaimana menghalau rasa bimbang yang kerap mengusik? Upaya ini dimulai dengan mengisi pikiran secara teratur melalui kebenaran firman Allah. Jadikan firman tersebut sebagai sauh batin. Ketika keraguan intelektual melanda, deklarasikan janji Tuhan dengan iman yang teguh, sehingga batin memperoleh ketetapan untuk berserah secara mutlak.
Ingin memiliki buku"Jangan Berdoa,.."
Matius 21:21; Ibrani 10:23; Roma 4:20; Yakobus 4:8.





Komentar
Posting Komentar