DOA-002: Jangan Berdoa dengan Takut
Rasa takut yang menguasai batin saat berdoa dapat mengaburkan pandangan terhadap kasih setia Allah. Ketika permohonan dinaikkan dengan kecemasan, doa kehilangan ketenteramannya. Membangun mezbah doa yang kokoh memerlukan keberanian iman yang bersandar penuh pada perlindungan-Nya yang sempurna.
Sering kali bayang-bayang kecemasan membayangi saat lutut bertelut, memunculkan rasa takut apakah persoalan hidup akan menemukan jalan keluar atau justru berakhir buruk.
Filipi 4:6 — Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. — Filipi 4:6
Takut adalah tanda goyahnya rasa aman. Ketika doa dinaikkan dalam cekaman rasa takut, batin menjadi tidak tenang dan dipenuhi ketidakpastian. Keadaan ini berisiko menjauhkan pendoa dari kedamaian ilahi. Doa semestinya menjadi tempat berteduh yang aman untuk melepaskan segala beban, bukan ruang yang menambah beratnya kecemasan pikiran.
Naskah kudus menegaskan bahwa Allah tidak memberikan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. Oleh karena itu, singkirkanlah setiap intimidasi pikiran sebelum berkata-kata, dan percayalah bahwa setiap seruan didengar oleh Bapa yang penuh belas kasihan.
Membangun Keberanian Iman di Hadirat Tuhan
Bagaimana membebaskan batin dari belenggu ketakutan? Langkah awal adalah dengan mengingat kembali perbuatan-perbuatan besar dan kesetiaan Tuhan di masa lalu. Taruhlah rasa percaya sepenuhnya di bawah kedaulatan-Nya. Gantilah ketakutan dengan ucapan syukur yang tulus, sehingga kedamaian yang melampaui segala akal akan menjaga hati dan pikiran di dalam Kristus.
Ingin memiliki buku"Jangan Berdoa,.."
Filipi 4:6; 2 Timotius 1:7; 1 Yohanes 4:18; Mazmur 56:4.





Komentar
Posting Komentar