RM07: Menghadapi Falsafah Dunia
Menghadapi Falsafah Dunia
Kolose 2 ayat 8 "Waspadalah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut tradisi manusia, tetapi tidak menurut Kristus."
Surat Kolose ditulis oleh Rasul Paulus untuk memperingatkan orang percaya agar tidak mudah disesatkan oleh rupa-rupa ajaran sinkretisme dan tradisi manusia yang sekadar mengandalkan kekuatan akal. Di dalam teks ini, terdapat sebuah penekanan yang kuat bahwa banyak pemikiran duniawi yang sepintas tampak logis dan bijaksana, namun pada hakikatnya kosong karena tidak bersumber dari kebenaran Kristus. Sebagai contoh nyata dalam keseharian kita di Indonesia, gaya hidup konsumerisme yang memicu orang untuk rela berutang demi membeli barang mewah hanya demi gengsi atau pujian di media sosial, serta prinsip 'yang penting semua senang' yang membuat orang memaklumi ketidakjujuran kecil seperti memberi uang pelicin atau memanipulasi laporan keuangan, sering kali dianggap sebagai hal lumrah yang merayap masuk mengaburkan standar kebenaran ilahi.
Bagi orang percaya, penyelarasan cara berpikir dengan kebenaran kekal adalah sebuah keharusan demi menjaga kemurnian iman. Alkitab menegaskan dalam Roma 12 ayat 2 bahwa pengikut Kristus tidak boleh menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan harus mengalami pembaruan budi. Kebenaran Firman ini mengingatkan bahwa setiap prinsip hidup yang populer di tengah masyarakat tidak boleh langsung ditelan mentah-mentah, melainkan harus diuji melalui lensa salib dan pengajaran Kristus yang sejati.
Melalui perenungan ini, setiap pribadi diajak untuk berani mengambil posisi iman yang tegas dan konsisten. Marilah kita melatih diri untuk menolak segala bentuk kompromi nilai yang mengabaikan kedaulatan Tuhan, sebagaimana dipertegas pula dalam Yakobus 4 ayat 4 mengenai bahaya persahabatan dengan dunia. Semoga seluruh keputusan dan pola hidup kita hari ini senantiasa berpijak pada fondasi Firman yang kokoh dan tidak tergoyahkan. [DAS]





Komentar
Posting Komentar